Home > Opini > Berharap Angin Segar dari Antonio Conte

Berharap Angin Segar dari Antonio Conte

Kegagalan Del Neri musim lalu berbuah pemecatan untuk sang pelatih. Ia dianggap gagal memenuhi ekspektasi besar Juventus musim lalu. Di bawah kepelatihannya, Juventus hanya mampu parkir di posisi tujuh klasemen akhir Liga Italia serta gagal masuk walau hanya ke babak 16 besar Liga Eropa.Dengan pencapaian sebatas itu, musim lalu merupakan mimpi buruk bagi Juventus.

Kini, Antonio Conte datang menggantikan Del Neri. Ia ditunjuk setelah mengantarkan Siena promosi ke Serie A setelah pada tahun sebelumnya juga berhasil mempromosikan Bari. Sebelum pensiun dan menjadi pelatih, ia adalah adalah salah satu pemain yang membawa Juventus meraih Liga Champion tahun 1996. Selain itu, ia juga kapten Juventus sebelum alessandro Del Piero.

Sekilas mengenai Conte, ia lahir di kota Lecce, sebuah kota yang terletak di bagian tenggara Italia. Sewaktu masih berstatus sebagi pemain, ia pernah membela US. Lecce serta Juventus. Ia juga menjadi bagian dari tim yang berhasil menjadi runner up piala dunia tahun 1994 bersama Italia, setelah ditaklukkan Brazil pada saat itu. Sepanjang karirnya, ia mempunyai 21 caps bersama Timnas Italia, serta menyumbang dua gol bagi Negara pizza tersebut.

Sebelum melatih Juventus, conte juga pernah melatih Arezzo, Bari, Atlanta, dan juga Siena. Tahun lalu, nama Conte juga masuk bursa sebagai salah satu calon pelatih Juventus, namun pada saat itu pilihan jatuh Del Neri. Tahun ini, isu yang sempat hangat berkembang musim panas lalu menjadi kenyataan.

Kedatangan Conte menimbulkan optimisme dari berbagi pihak. Ditangannya, Juventus diyakini akan menemukan kembali performa yang hilang dalam beberapa tahun terakhir. Moggi mengatakan ia adalah figur yang tepat untuk melatih Juventus. Bahkan, Marcelo Lippi juga mengaku seperti melihat cermin sewaktu ia masih muda saat menanggapi sosok Antonio Conte.

Conte diharapkan mampu mengembalikan kejayaan Juventus. Ia memiliki darah dan mental Juventus, sesuatu yang hilang dari sosok pelatih Juventus dalam beberapa musim terakhir. Semangat inilah yang diharapkan dapat ditularkan kepada bianconeri muda, mengingat beberapa pemain sepertinya sudah tidak tahu lagi arti mengenakan seragam hitam putih Juventus.

 Conte  juga mempunyai bebrapa kesamaan dengan Joseph Guardiola, pelatih yang berhasil memberikan enam gelar sekaligus dalam musim perdananya melatih Barcelona senior. Mengharapkan Conte akan seperti Gurdiola di Barcelona mungkin sedikit berlebihan. Keduanya sama-sama pelatih muda, keduanya juga sama-sama mantan kapten di klubnya masing-masing, sama-sama juga memimpin timnya memenangi gelar paling bergengsi di benua biru, Liga Champion.

Yang pasti, Conte memang tidak akan se fenomenal Guardiola pada musim pertamanya, tapi setidaknya Conte akan melatih Juventus dengan semangat lo spirito Juve layaknya Gurdiola dengan spirit Catalan-nya.

Pada akhirnya, dipundak conte lah harapan Juventi sedunia dititipkan.

Categories: Opini
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: