Home > Bianconeri Muda, Opini > Rising Star; Frederik Sorensen

Rising Star; Frederik Sorensen

Frederik Sorensen baru bergabung dengan Juventus awal musim 2010-2011. Pada saat itu, ia hanya datang dengan status pemain pinjaman dari klub Denmark yang relatif kurang dikenal, Lyngby BK. Di situ pun, ia masih bermaih di level bawah umur 19 tahun. Dengan status sebagai pemain muda, ditambah lagi beragamnya pilihan di sektor kanan pertahanan Juventus, tidak banyak (kalau mau dikatakan tidak ada) yang memprediksi ia akan muncul ke permukaan musim lalu.

Namun, kualitaslah yang menjadi pembeda. Di tengah nama-nama pemain senior macam Marco Motta atau Zdenek Grygera, serta beberapa potensi asli primavera Juventus pada posisi yang sama, ia perlahan muncul dan mencuri perhatian berbagai pihak.

Tak tanggung-tanggung, ia tampil dalam 18 laga bersama Juventus senior musim lalu, 17 di Serie A Italia, plus satu laga penuh melawan Catania di Coppa Italia. Dalam 17 laga itu, Sembilan diantaranya dimainkan secara full time oleh pemain yang berposisi asli bek tengah ini, lima kali tampil sebagai pemain pengganti, serta tiga sisanya digantikan oleh pemain lain ditengah pertandingan. Total, ia mentas selama 1232 menit di Serie a serta Coppa Italia.

Dari 18 penampilannya tersebut, sebelas di antaranya ia berhasil membantu timnya meraih kemenangan, empat kali imbang, serta tiga kali kalah.

Sorensen juga turut bermain dalam beberapa pertandingan besar musim lalu. Bersama Juventus, ia telah merasakan pertarungan dengan penyerang-penyerang kelas wahid di Serie A Italia. Ia tampil dalam laga dua laga melawan AS Roma (masing-masing sekali imbang dan menang), tampil dalam laga versus Lazio, Fiorentina , hingga AC Milan.

Laga terbaiknya musim lalu adalah saat menghadapi Inter Milan, klub yang baru saja merebut Liga Champion pada musim sebelumnya. Pada pertandingan itu, ia tampil brilian dengan membuat barisan penyerang Inter Milan yang dihuni oleh pemain kualitas dunia layaknya Samuel Eto’otidak bisa banyak berkutik. Bahkan, ia menyumbangkan assist yang berujung satu gol Matri sekaligus mengandaskan perjuangan Inter pada laga itu.

Berkat penampilannya impresifnya musim lalu, ia turut dipanggil timnas Denmark u-21 mengahadapi putaran final Uero u-21 2011 yang juga diselenggarakan di Denmark. Sayang, tuan rumah harus mengakhiri petualangan lebih cepat setelah tersingkir pada putaran grup.

Categories: Bianconeri Muda, Opini
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: